Panser Anoa 6x6 m Panser Anoa 6x6 m

Indonesia Berdaulat: 6 Teknologi Militer Canggih Produksi Dalam Negeri

Panser Anoa merupakan salah satu alutsista buatan Indonesia yang paling laris terjual. Teknologi militer buatan Indonesia sudah dipercaya dan dipakai oleh beberapa negara di dunia seperti Singapura, Filipina, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan.

Banyumas.News - Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan sistem persenjataan militer yang cukup disegani di dunia. Semua alat utama sistem persenjataan atau Alutsista yang dipakai oleh tentara Indonesia diketahui tidak semuanya berasal dari luar negeri, namun mereka menggunakan senjata yang dibuat di dalam Negeri.

Teknologi militer buatan Indonesia sudah dipercaya dan dipakai oleh beberapa negara di dunia seperti Singapura, Filipina, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan dan masih banyak lagi yang lainnya. Faktanya Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu memproduksi pesawat terbang sendiri. Berikut daftar teknologi militer canggih asli buatan Indonesia.

Panser Anoa
Panser Anoa adalah kendaraan lapis baja buatan Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia seperti diketahui bahwa Panser Anoa merupakan salah satu alutsista buatan Indonesia yang paling laris terjual selain senjata dan amunisinya. Selain dipakai untuk kebutuhan dalam negeri, Panser Anoa juga diketahui banyak dipesan oleh negara-negara seperti Malaysia dan negara Oman. Kendaraan tempur ini juga sudah teruji dan sering digunakan pada misi perdamaian oleh PBB.

Kepala Roket atau Smoke Warhead
Kepala Roket atau Smoke Warhead adalah produk asli buatan Indonesia yang kabarnya telah mengungguli produk buatan Rusia dan Amerika Serikat. Smoke Warhead adalah kepala roket berdiameter 70 mm yang dipasangkan dengan roket pada pesawat Supertucano. Smoke Warhead ini memberikan informasi kepada pilot mengenai posisi jatuh roket dengan mengeluarkan asap selama 2 menit. Perusahaan pembuatnya mengaku telah memproduksi hingga ribuan dan telah mengekspor senjata tersebut ke negara Chili dan beberapa negara lainnya di dunia.

Kapal Cepat Rudal 60
Kapal Cepat Rudal 60 atau KCR-60 adalah alutsista buatan Indonesia yang memiliki panjang 60 meter lebar 8,1 m dengan tinggi 4,8 m dan berat total mencapai 460 ton serta mampu menampung kru sebanyak 55 orang. Kapal cepat ini sangat efisien karena bahan bakarnya mampu menghasilkan tenaga sesuai yang diharapkan. selain itu KCR-60 juga tahan terhadap senjata sehingga saat menembakkan senjata posisi KCR-60 akan tetap stabil. Saat ini kapal tersebut banyak digunakan oleh TNI Angkatan Laut untuk melindungi wilayah kelautan Indonesia dari serangan musuh.

Smart Eagle II
Smart Eagle II adalah pesawat tanpa awak buatan Indonesia yang pertama kali dibuat oleh PT Aviator teknologi Indonesia. Pesawat tersebut dipergunakan untuk kepentingan Intelijen Indonesia dalam menangani bahaya pesawat canggih dengan mesin 2-tak ini 150 cc yang mampu terbang selama 6 jam dan pertama kali diuji coba di salah satu tempat di Pantai Selatan Jawa Barat, hebatnya pesawat ini dilengkapi kalor TV kamera dan mampu beroperasi pada malam hari menggunakan thermal imaging untuk penglihatannya.

Robot Tempur
Pada tahun 2009 Indonesia berhasil membuat robot tempur yang bisa dikendalikan dari jarak 1 km dari pusat kendali. Diciptakan oleh lembaga pengkajian teknologi milik TNI Angkatan Darat  yang bertempat di Karangploso, Kabupaten Malang Jawa Timur. Diketahui bahwa robot tempur yang memiliki berat 100 kg ini hanya dilengkapi dengan baterai 36 volt. Dengan adanya robot tempur ini Angkatan Darat Indonesia mampu melakukan tugas berat tanpa harus beresiko kehilangan personel mereka karena robot tempur ini dilengkapi dengan senjata yang dapat melakukan berbagai kegiatan militer.

KRI Krait 827
Beberapa tahun terakhir ini Indonesia berhasil membuat kapal perang militer yang memiliki tonase 190 DWT dan mampu menempuh jarak sejauh 2500 mil yang diberi nama kapal KRI Krait 827. Kapal perang ini dilengkapi dengan sistem radar yang mampu menjangkau sejauh 160 KM serta mampu melaju dengan kecepatan 25 knot pada sistem navigasinya. Diketahui bahwa KRI Krait 827 dibuat dari bahan baku aluminium dan merupakan hasil kerjasama dari pertukaran ilmu antara fasilitas perbaikan dan pemeliharaan milik TNI Angkatan Laut serta BATAN. Kapal perang ini dikerjakan selama kurang lebih 14 bulan kapal perang ini telah melakukan beberapa kali uji kelayakan di lautan dan diketahui mampu menguasai beberapa kapal-kapal laut ilegal yang mencoba mencuri hasil laut milik Indonesia.

Sumber pindad.com